Agenda Training IQC Consulting Periode Januari - Februari 2008

 

Agenda Januari-Februari 2008

( www.iqc-id.com)

 

 

1.  Topik      : Cost of Quality Executive Overview

     Tanggal    : 16 Januari ‘08

     Tempat    : Hotel Mega Anggrek

     Investasi  : Rp. 1 Juta*

 

2.  Topik      : Acceptance Sampling ( MIL STD 105E & 414) with MINITAB 15.1.1

     Tanggal    : 24-25 Januari’08

     Tempat    : Hotel Mega Anggrek

     Investasi  : Rp. 1,8 Juta*

 

3.  Topik      : Mistake Proofing (Poka Yoke) for realizing Zero Defect

     Tanggal    : 30-31 Januari’08

     Tempat    : Hotel Mega Anggrek

     Investasi  : Rp. 1,8 Juta*

 

4.  Topik      : Pengeloloan tempat kerja dengan aktivitas 5S

     Tanggal    : 6 Februari’08

     Tempat    : Hotel Mega Anggrek

     Investasi  : Rp. 1 Juta*

 

5.  Topik      : Executive Overview of Lean Manufacturing

     Tanggal    : 21-22 Februari’08

     Tempat    : Hotel Mega Anggrek

     Investasi  : Rp. 1,8 Juta*

 

6.  Topik      : Root Cause(s) Determination through 5 Why Technique

     Tanggal    : 27 Februari’08

     Tempat    : Hotel Mega Anggrek

     Investasi  : Rp. 1 Juta*

* Kami berikan bonus 1 orang peserta, untuk 5 orang peserta dari perusahaan yang sama.

 

 Detail Outline

 

Cost of Quality (CoQ) Executive Overview

 

 

*    Latar Belakang

Kesalahan-persepsi umum yang seringkali dijumpai di industri adalah memperhatikan mutu produk akan memberikan tambahan pengeluaran biaya yang tidak signifikan. Belum lagi akan menyebabkan masalah lanjutan pada jumlah produksi dan pemenuhan tanggal pengiriman. Memang sejatinya, program Quality Assurance yang bertumpu pada kegiatan inspeksi tidak akan memberikan nilai-tambah (Added-Value)! 

Pola-pikir sebaliknya tentunya perlu pula untuk dipertimbangkan. Kita bisa menanyakan: berapa besar biaya yang harus dikeluarkan atau kerugian yang harus ditanggung perusahaan dengan tidak membuat produk yang bermutu. Inilah yang memotivasi munculnya konsep Cost of Quality (CoQ).

Dengan adanya justifikasi dari sisi biaya atau kerugian ini, maka berbagai inisiatif di bidang mutu akan mendapatkan pembenarannya. Berbagai aktivitas peningkatan mutu seperti Quality Control Circle (QCC) dan Six Sigma juga mensyaratkan adanya evaluasi hasil dengan membandingkan pengeluaran biaya sebelum perbaikan terhadap sesudah dilakukannya perbaikan. Sehingga menjadi jelas besaran penghematan biaya yang bisa diperoleh dengan adanya perbaikan!

 

*    Sasaran Program

Setelah mengikuti training ini, maka diharapkan

1.      Peserta mampu memahami konsep dan pentingnya CoQ.

2.      Peserta mampu memahami elemen-elemen dari CoQ.

3.      Peserta memahami dan menguasai langkah-langkah analisis dari CoQ.

4.      Peserta mampu menerapkan konsep CoQ di tempat kerja masing-masing.

 

*    Garis Besar Program

Training ini disusun penyajian dan penyampaiannya secara terstruktur sebagai berikut:

1.      The Definition of CoQ.

2.      The Importance of CoQ.

3.      The Elements of CoQ and Its Cost Analysis.

4.      The Technique.

5.      CoQ Program.

 

*    Metode Pelatihan

Training ini disajikan dan disampaikan dalam bentuk ceramah dan diskusi.

 

*    Peserta

Diharapkan berasal dari Manager dan Supervisor dari semua bagian di perusahaan.

 

*    Durasi

Training ini disampaikan dalam 1 (satu) hari (09.00 WIB sampai 17.00 WIB).

 

 Acceptance Sampling Plan (MIL STD 105E & 414)

 

*    Latar Belakang

Dasar dari semua program Quality Control and Optimization adalah pada analisis terhadap data dari proses yang ada, dengan demikian hasil dari analisis yang dilakukan haruslah benar-benar bermakna bagi proses bersangkutan. Point kritikal yang muncul adalah bagaimana cara merepresentasikan proses yang demikian kompleks kedalam ukuran-ukuran yang masih bisa dikelola dengan baik. 

Acceptance Sampling Plan adalah standar yang umum digunakan di industri dan terbukti efektif dalam menentukan dan menganalisis jumlah pengukuran yang harus dilakukan dari proses.

 *    Sasaran Program

*      Peserta mampu memahami konsep dasar dari Acceptance Sampling.

*      Peserta mampu menguasai dan memahami mekanisme dari beberapa Acceptance Sampling System (MIL STD 105E, Dodge-Romig, dan                        MIL STD 414).

*      Peserta memahami dan menguasai analisis dari Acceptance Sampling secara komprehensif dengan menggunakan software  MINITAb 15.1.1 dan WinQSB 2.0.

 

*    Garis Besar Program

*      Introduction of Acceptance Sampling.

*      Single-Sampling Plans.

*      Other-Sampling Plans.

*      MIL STD 105E.

*      Dodge-Romig Sampling Plans.

*      MIL STD 414.

*      Others Variables Sampling (Chain Sampling, Continuous Sampling, and  Skip-lot Sampling Plans).

 *    Metode Pelatihan

    Ceramah, diskusi, dan latihan.

 *    Peserta

    Manager dan Supervisor yang terkait dengan Quality.

 *    Durasi

    Dua hari (09.00 WIB – 17.00 WIB)

 

Mistake-Proofing (Poka-Yoke) for Realizing Zero Defect

 

 

*    Latar Belakang

Perbaikan terhadap proses dapat dilakukan secara kontinu dengan menjaga stabilitas dan meningkatkan kapabilitas dari proses bersangkutan. Namun cara ini hanya mengarah pada reduksi dari ketidak-sesuaian proses saja, cenderung tidak mengarah pada eliminasi dan pencegahan dari ketidak-sesuaian yang potensial untuk terjadi. Hal inilah yang menjadi inti dari pencapaian zero defect.

Pencegahan kesalahan (umum dikenal dengan mistake-proofing, error-proofing, fail-safe) adalah sistem yang didesain untuk dapat mencegah kesalahan, sebelum kesalahan tersebut mengakibatkan adanya ketidak-sesuaian (atau defect). Poka-yoke adalah metode dan teknik yang luas digunakan di perusahaan Jepang sebagai realisasi dari sistem pencegahan terkait.

Dengan penerapan mistake-proofing melalui poka-yoke ini maka akan dapat diwujudkan built-in quality yang pada akhirnya akan memfasilitasi tercapainya zero defect. Kondisi inilah yang menjadi tulang punggung dari aktivitas Zero Quality Control (ZQC).

 

*    Sasaran Program

Setelah mengikuti training ini, maka diharapkan

1.      Peserta mampu memahami konsep dasar dan filosofi dari mistake-proofing.

2.      Peserta mampu menguasai dan memahami berbagai jenis kesalahan yang dapat dilakukan oleh manusia.

3.      Peserta mampu mengerti dan memahami berbagai teknik dalam mistake-proofing dengan menggunakan poka-yoke.

4.      Peserta dapat menguraikan dan mengimplementasikan mistake-proofing dengan poka-yoke di tempat kerja masing-masing.

 

*    Garis Besar Program

Training ini disusun penyajian dan penyampaiannya secara terstruktur sebagai berikut:

1.      Introduction of mistake-proofing.

2.      Everyday examples.

3.      Errors & Defects.

4.      Mistake-proofing with poka-yoke.

 

*    Metode Pelatihan

Training ini disajikan dan disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi, dan latihan.

 

*    Peserta

Diharapkan berasal dari Manager dan Supervisor dari berbagai bagian di perusahaan, diutamakan yang terkait dengan operational.

 

*    Durasi

Training ini disampaikan dalam 2 (dua) hari (09.00 WIB sampai 17.00 WIB).

 

 

 

Pengelolaan Tempat Kerja dengan Aktivitas 5S

 

*    Latar Belakang

Performansi dan produktivitas dari sebuah perusahaan secara langsung ataupun tidak langsung akan dipengaruhi secara signifikan oleh efisiensi yang terjadi di tempat kerja. Betapa tidak? Adanya berbagai pemborosan--baik berupa upaya, waktu, ataupun yang lainnya--pada akhirnya akan berpengaruh besar terhadap waktu penyelesaian kerja. 

Berbagai pemborosan inilah yang akan secara jelas terungkap dan dapat diselesaikan dengan penerapan aktivitas 5S (berasal dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke). Kelimanya merupakan tahapan menuju perbaikan efisiensi, moral pekerja, dan lingkungan kerja secara total di semua bagian perusahaan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja.

 

*    Sasaran Program

*      Peserta memiliki kesadaran yang meningkat terhadap pentingnya mutu dan masalah-masalahnya.

*      Peserta mampu memahami konsep dasar dan manfaat dari aktivitas 5S.

*      Peserta mampu memahami dan menguasai tahap-tahap implementasi 5S.

*      Peserta akan dapat memiliki bekal untuk mulai menerapkan aktivitas 5S di tempat kerja masing-masing.

*    Garis Besar Program

*      Pengertian dan pentingnya mutu.

*      Konsep dasar 5S.

*      Tahapan dalam 5S: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke.

*      Aktivitas audit 5S dan berbagai form yang digunakan.

*    Metode Pelatihan

    Ceramah, diskusi, dan latihan.

*    Peserta

    Supervisor dari tiap bagian di perusahaan.

*    Durasi

      Satu hari (09.00 WIB – 17.00 WIB).

 

Executive Overview of Lean Manufacturing

 

 

*    Latar Belakang

Lean Manufacturing memiliki makna “manufacturing without waste”. Waste (disebut juga dengan muda dalam bahasa Jepang) memiliki bermacam bentuk. Sebagian besar perusahaan membuang percuma 70%-90% dari sumber daya yang mereka miliki.   

Lean Manufacturing secara mendasar berupaya untuk menyediakan produk yang tepat, untuk lokasi yang tepat, pada saat yang tepat, dalam jumlah yang tepat dengan secara bersamaan meminimalkan pemborosan (waste) dan menjadi fleksibel serta terbuka terhadap berbagai perubahan.  

 

*    Sasaran Program

*      Peserta mampu memahami definisi, konsep dasar, dan makna utama dari Lean Manufacturing.

*      Peserta mampu menguasai dan memahami berbagai teknik dan mekanisme dalam Lean Manufacturing.

*      Peserta memahami dan menguasai perencanaan, strategi, dan tahapan-tahapan implementasi dari Lean Manufacturing.

 

*    Garis Besar Program

*      Definition and Scope of Lean Manufacturing.

*      Types of Waste.

*      The Key Principles of Lean Manufacturing..

*      The Core Concepts of Lean Manufacturing..

*      The Core Disciplines of Lean Manufacturing..

*      The Tools.

*      The Implementation Program and Roadmap.

 

*    Metode Pelatihan

       Presentasi, diskusi, dan latihan.

 

*    Peserta

      Manager dan Supervisor semua bagian dari perusahaan.

 

*    Durasi

      Dua hari (09.00 WIB – 17.00 WIB)

 

Root Cause(s) Determination through 5 Whys Technique

 

*    Latar Belakang

Kegagalan (failure) dapat dikatakan sebagai sebuah fenomena natural dari produk atau proses apapun. Kemunculan kegagalan terkadang sulit untuk bisa diprediksi, sementara sering sekali dampak yang diakibatkan dari kegagalan bersangkutan relatif signifikan terhadap performansi produk atau proses.

5 Whys Technique merupakan tool yang sangat efektif dalam mengelola kegagalan yang umum digunakan di banyak industri. 5 Whys ini akan mampu memfasilitasi pencarian dan penentuan berbagai akar penyebab dari kegagalan untuk kemudian dilakukan eksplorasi berbagai corrective action yang akan dapat menangani dan memecahkan akar penyebab tersebut.

 *    Sasaran Program

Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan

1.      Peserta mampu memahami konsep dari 5 Whys.

2.      Peserta memahami dan menguasai langkah-langkah konstruksi dari 5 Whys.

3.      Peserta mampu melakukan analisis akar penyebab dengan 5 Whys.

4.      Peserta mampu mengaplikasikan metode 5 Whys sebagai dasar melakukan improvement.

5.      Peserta memahami dan menguasai pembuatan 5 Whys dengan berbagai template yang telah disediakan.

 

*    Garis Besar Program

Training dan workshop ini disusun penyajian dan penyampaiannya secara terstruktur sebagai berikut:

1.      The Introduction of 5 Whys and The Example.

2.      The Philosophy of 5 Whys.

3.      The Concepts.

4.      The Detailed Overview.

5.      The Case Studies. 

*    Metode Pelatihan

    Training ini disajikan dan disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi, dan latihan.

 *    Peserta

    Diharapkan berasal dari Manager dan Supervisor yang terkait dengan Product and/or Process Improvement.

*    Durasi

    Training ini disampaikan dalam 2 (dua) hari (09.00 WIB sampai 17.00 WIB).

 


                                                      

 H O M E